>

Tim WHO Mulai Selidiki Asal-Usul Covid-19 di Wuhan

  Kamis, 28 Januari 2021   Republika.co.id
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pixabay)

BEIJING, AYOPURWAKARTA.COM -- Tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang diutus ke Wuhan, China, untuk menyelidiki asal-usul SARS-Cov-2 penyebab Covid-19 telah menyelesaikan masa karantina selama 14 hari pada Rabu (27/1). Kini, mereka siap menjalankan misinya.

Berdasarkan laporan Associated Press, tim peneliti WHO telah meninggalkan hotel tempat mereka melakukan karantina pada Kamis (28/1) siang. Mereka pergi menggunakan bus, tapi belum diketahui ke mana tujuannya.

Pada Desember tahun lalu virolog di Wuhan Institue of Virology (WIV) Profesor Shi Zhengli mengatakan, dirinya siap menyambut segala jenis kunjungan yang bertujuan menyingkap seluk-beluk dan asal-usul SARS-Cov-2 penyebab Covid-19. "Saya secara pribadi akan menyambut segala bentuk kunjungan, berdasarkan dialog yang terbuka, transparan, terpercaya, dapat diandalkan, dan masuk akal. Tapi, rencana spesifik tidak diputuskan oleh saya," kata Profesor Shi, saat menjawab beberapa pertanyaan BBC via surel.

Dia mengaku, telah berkomunikasi dengan pakar-pakar WHO dua kali. "Saya secara pribadi dan dengan jelas menyatakan bahwa saya akan menyambut mereka untuk mengunjungi WIV," ujarnya saat ditanya apakah penyelidikan dapat membantu mengesampingkan spekulasi bahwa Covid-19 muncul akibat adanya kebocoran dari laboratorium.

Ahli zoologi Inggris Peter Daszak adalah salah satu anggota tim yang dikirim WHO ke China. Dia sempat mengatakan bahwa asumsi kebocoran laboratorium sebagai musabab munculnya Covid-19 adalah teori konspirasi dan murni omong kosong. "Saya belum melihat bukti sama sekali tentang kebocoran laboratorium atau keterlibatan laboratorium dalam wabah ini," kata Daszak.

Menurutnya, pandemi Covid-19 terjadi secara alami. Hal itu disebabkan perambahan manusia ke habitat satwa liar. Pemandangan demikian dipamerkan di seluruh Asia Tenggara. Saat ditanya tentang mengunjungi WIV untuk menyisihkan teori kebocoran laboratorium, Daszak menjawab, "Itu bukan tugas saya untuk melakukan hal tersebut."

"WHO menegosiasikan kerangka acuan dan mereka mengatakan kita akan mengikuti bukti, dan itulah yang harus kami lakukan," ujar Daszak. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar