>

Percobaan 'Kudeta Amerika Serikat Jadi Sorotan Dunia

  Kamis, 07 Januari 2021   Republika.co.id
Massa pendukung Donald Trump mengepun gedung Capitol Hill (Republika.co.id)

AYOPURWAKARTA.COM- Serangan di Capitol Amerika Serikat baru-baru ini menjadi sorotan dunia  dan membuat miris.

Di AS sendiri, anggota parlemennya santer mengecam "percobaan kudeta" terhadap pemerintah AS. Pernyataan itu diambil setelah pendukung Presiden Donald Trump membobol Kongres AS dan menutup sesi legislatif.

"Massa menyerbu Capitol AS untuk membatalkan pemilihan. Kudeta sedang berlangsung," kata anggota dewan Val Demings dalam kicauannya dikutip TRT world, Kamis (7/1).

Tak hanya Demings, anggota kongres lainnya, Seth Moulton juga mengecam tindakan tersebut. Menurutnya, hal tersebut adalah bentuk anarki dan percobaan kudeta. Hal itu dinilainya sangat buruk, karena sama kondisinya dengan Amerika dahulu, saat tidak ada hukum yang pantas.

Sorotan Dunia

Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas meminta para pendukung Trump untuk berhenti menginjak-injak demokrasi. Terlebih, setelah mereka menyerang Kongres AS dan menutup sesi legislatif.

Menurutnya, musuh demokrasi akan sangat senang dengan melihat gambar-gambar kondisi Washington DC saat ini. "Trump dan pendukungnya harus menerima keputusan pemilih Amerika dan berhenti menginjak-injak demokrasi," tulisnya.

Hal serupa juga diucapkan oleh Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson. Ia menyerukan agar pihak-pihak tersebut bisa mengakhirinya. Secara khusus dia juga menyebut jika adegan itu sangat memalukan terjadi di Washington.

Lebih jauh, Kementerian Luar Negeri Turki meminta semua pihak di AS untuk menggunakan moderasi dan akal sehat. Turki saat ini, diketahui memantau perkembangan yang "mengkhawatirkan" di AS. Termasuk upaya untuk menyerbu gedung Capitol. "Kami yakin AS akan mengatasi krisis domestik ini dengan tenang," kata Kementeria.

Lebih jauh, kejadian di Washington itu juga menjadi sorotan Eropa. Presiden Dewan Eropa Charles Michel mengakui keterkejutannya atas serangan pada demokrasi AS itu. "Untuk menyaksikan pemandangan malam ini di Washington, DC, sungguh mengejutkan," cuit Presiden Dewan Eropa Charles Michel.

"Di mata dunia, demokrasi Amerika malam ini tampak terkepung," kata kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell, dalam tweet terpisah.

 Setidaknya empat orang dilaporkan tewas dalam kerusuhan di Capitol Hill, Amerika Serikat (AS), Rabu (6/1) waktu setempat. Sky News melaporkan, tiga orang yang meninggal dalam kondisi 'darurat medis'. Korban tewas termasuk seorang wanita yang ditembak.

Sepetir dilansir laman Boston Herald, polisi menemukan dua bom pipa yang diduga dibawa oleh para pengunjuk rasa di luar Komite Nasional Demokrat dan satu di luar Komite Nasional Republik. Satu polisi juga menemukan pendingin dari kendaraan yang memiliki senjata dan bom molotov di halaman Capitol.

Pengawal Nasional, polisi negara bagian dan federal dilibatkan dalam pengamanan. Sementara jam malam langsung diumumkan di Washington.

Sedikitnya 12 orang ditangkap. Kepolisian Capitol, yang bertugas menjaga daerah tersebut, dilaporkan memiliki beberapa petugas yang terluka. Polisi mengatakan, baik penegak hukum dan pendukung Trump mengerahkan bahan kimia yang mengiritasi selama berjam-jam pendudukan gedung Capitol.

CNN melaporkan bahwa para pendukung Presiden AS Donald Trump menerobos bangunan Amerika paling ikonik untuk memprotes melawan penghitungan seremonial dari suara elektoral yang akan mengkonfirmasi kemenangan Joe Biden. Kerusuhan terjadi ketika ratusan pengunjuk rasa pro-Trump menerobos penghalang yang dipasang di sepanjang perimeter Capitol.

4 Orang Dilaporkan Tewas

Setidaknya empat orang dilaporkan tewas dalam kerusuhan di Capitol Hill, Amerika Serikat (AS), Rabu (6/1) waktu setempat. Sky News melaporkan, tiga orang yang meninggal dalam kondisi 'darurat medis'. Korban tewas termasuk seorang wanita yang ditembak.

Sepetir dilansir laman Boston Herald, polisi menemukan dua bom pipa yang diduga dibawa oleh para pengunjuk rasa di luar Komite Nasional Demokrat dan satu di luar Komite Nasional Republik. Satu polisi juga menemukan pendingin dari kendaraan yang memiliki senjata dan bom molotov di halaman Capitol.

Pengawal Nasional, polisi negara bagian dan federal dilibatkan dalam pengamanan. Sementara jam malam langsung diumumkan di Washington.

Sedikitnya 12 orang ditangkap. Kepolisian Capitol, yang bertugas menjaga daerah tersebut, dilaporkan memiliki beberapa petugas yang terluka. Polisi mengatakan, baik penegak hukum dan pendukung Trump mengerahkan bahan kimia yang mengiritasi selama berjam-jam pendudukan gedung Capitol.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar