>

Bukan Cuma Prancis, Islamofobia Terjadi di Jermaan dan Belanda

  Jumat, 13 November 2020   Republika.co.id
ilustrasi ibadah umat muslim. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Belum lama ini, masyarakat muslim dunia dibuat kesal dengan pernyataan Presiden Prancis yang diduga melecehkan umat Islam, terutama setelah membela pembuat karikatur nabi dengan dalih kebebasan berekspresi.

Islamofobia sendiri tak hanya terjadi di negara tersebut. Baru-baru ini sebuah masjid di Kota Duisburg bagian Barat Jerman pada Selasa (10/11/2020) menerima surat berisi pernyataan Islamofobia dan rasis. Bahkan untuk ketiga kalinya. Surat itu berisi penghinaan.

Diberitakan Anadolu Agency pada Rabu (11/11/2020), surat yang dikirim ke Masjid Muradiye itu berisi penghinaan berat terhadap orang Turki dan Muslim.

"Kami melaksanakan kegiatan kami dalam kerangka tanggung jawab sosial dan berusaha memberikan kontribusi kepada masyarakat di Jerman. Pelaku surat kebencian yang dikirimkan sebelumnya tidak dapat ditemukan," kata Ketua Administrasi Masjid Muradiye, Ramazan Ceylan, dilansir dari Anadolu Agency pada Kamis (12/11).

Masjid Muradiye yang dijalankan organisasi yang memayungi Turki-Muslim, DITIB, telah menerima surat anti-Muslim sebelumnya. Diberitakan mereka telah menerima surat Islamofobia itu sebanyak tiga kali.

Di hari yang sama, secara terpisah sebuah masjid di Kota Zaandam di Barat Laut Belanda mengalami serangan Islamofobia. Tidak ada kerusakan pada masjid selain jendela yang pecah. Tapi serangan akan menjadi lebih jelas setelah kamera keamanan diperiksa.

"Kami tidak tahu siapa yang melakukan serangan itu, tapi kami khawatir," kata Pejabat Masjid, Ismail Genc kepada Anadolu Agency, dilansir dari laman AhlulBayt News Agency (ABNA), Kamis (12/11).

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar