>

32 Relawan Indonesia Akhirnya Berhasil Masuk Gaza Setelah 2 Hari

  Jumat, 01 Maret 2019   Fira Nursyabani
32 relawan Mer-c dari Indonesia tiba di Jalur Gaza, Palestina, Rabu (27/2/2019). (Dok Abdullah Onim/Yayasan Nusantara Palestina Center)

GAZA, AYOPURWAKARTA.COM -- Setelah menempuh perjalanan berbahaya selama 2 hari, 32 relawan Indonesia akhirnya berhasil memasuki Jalur Gaza, Palestina, pada Rabu (27/2/2019) lalu. Para relawan itu merupakan bagian dari lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C)

Perjuangan mereka untuk bisa memasuki wilayah yang terblokade itu telah dilakukan sejak 5 tahun lalu. Tanpa berniat untuk menyerah, proses perizinan dan audiensi dengan Presiden RI, Wakil Presiden RI, dan Menteri Luar Negeri RI akhirnya membuahkan hasil.

Kepergian para relawan ke Gaza dilepas oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta, pada Minggu (24/02/2019). Tim relawan yang diketuai Faried Thalib ini juga membawa Presidium & Tim Alkes RSI dr. Arief Rachman, Kadiv Konstruksi MER-C Idrus M Alatas, Arsitek RSI Rizal Syarifuddin, dan Site Manager RSI Edy Wahyudi.

Mereka mendarat di Kairo pada pukul 02.00 dini hari waktu Mesir. Di negara itu, mereka terlebih dahulu bersilaturahim dengan Helmy Fauzy selaku Duta Besar (Dubes) RI untuk Mesir.

Tim ini menyampaikan bahwa misi mereka di Gaza adalah melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI), yaitu pembangunan lantai dua dan lantai tiga. Rumah sakit yang didirikan di Bait Lahiya Gaza Utara ini menjadi simbol persahabatan Indonesia dan Palestina.

Dari keterangan resmi yang diterima ayobandung.com dari Yayasan Nusantara Palestina Center, dikabarkan para relawan harus melanjutkan perjalanan melewati padang pasir dari Kairo menuju Rafah. Perjalanan ini sangat berisiko karena mereka harus melalui sejumlah pemeriksaan di pos-pos pengamanan Mesir.

AYO BACA : Wabup Aming : Stadion Purnawarman Bakal Jadi Stadion Bertaraf Internasional

Wilayah paling berbahaya yang harus dilalui oleh tim relawan adalah Sinai Utara. Daerah ini dikenal sering menjadi lokasi baku tembak antara pemberontak dan militer Mesir. Insiden terakhir terjadi sekitar 10 hari lalu dan menewaskan setidaknya 19 anggota militer Mesir.

Pada Senin (25/2/2019), dengan didampingi tim KBRI Kairo yaitu Direktur Konsuler KBRI Kairo Ninik Rahayu dan stafnya Joko Sumaryono serta Jurnalis TV ONE wilayah Mesir Amran Hamdani, tim relawan bertolak menuju dermaga penyebrangan Maaddiyah di kota Ismailiyyah. Darmaga ini terletak tak jauh dari jembatan Terusan Suez.

Sempat terjadi putus kontak hingga 4 jam antara tim KBRI Kairo dengan tim yang sudah menunggu di Gaza. Saat mereka melewati zona militer berbahaya, terutama saat berada di Terusan Suez hingga kota El Arish, sinyal komunikasi benar-benar terputus.

Kota El Arish yang berada di pesisir pantai Mediterania pernah menjadi tujuan wisatawan lokal dan mancanegara sebelum 2011. Namun, kondisi kali ini berbeda tak ada lagi ada wisatawan, bahkan hotel-hotel terlihat kosong tanpa pengunjung.

“Saya mendapat kabar terbaru bahwa seluruh tim relawan MER-C sudah tiba di Ma'bar Rafah perlintasan antara Mesir dan Palestina, Ya Allah Alhamdulillah selalu diberi kemudahan oleh Allah Subhanahu wata a'ala,” ungkap Abdillah Onim, relawan Indonesia yang menetap di Gaza.

Setelah melewati proses stempel paspor, para relawan akhirnya memasuki imigrasi Rafah di Jalur Gaza. Mereka disambut oleh Kementerian Kesehatan Gaza dan pejabat Palestina lainnya.

Haru dan syukur mewarnai suasana di pelataran RSI di Gaza utara. Tim mendapat sambutan hangat dari warga Gaza dan tim medis RSI. Bahkan, pasien pun menengok dari masing-masing jendela ruang rawat inap rumah sakit itu.

AYO BACA : Jadi Nomor Satu di Bidang Pendidikan, Ini Kunci Rahasia Finlandia

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar