Haji 2020 Ditiadakan, Kapan Ibadah itu Berhenti?

  Kamis, 11 Juni 2020   Republika.co.id
Ilustrasi ibadah haji. (ANTARA FOTO/Hanni Sofia)

JAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Kementerian Agama menunda ibadah haji 2020. Bahkan hal itu tak hanya berlaku untuk haji kuota, MenagĀ  Fachrul Razi meminta pemerintah Arab Saudi tak menerbitkan visa untuk jemaah yang berangkat secara mandiri.

Jika tahun ini ibadah haji tidak ada karena pertimbangan keselamatan jamaah dari pandemi Covid-19, kapankah ibadah haji benar-benar bakal berhenti?

Dikutip dari buku Bekal Haji karya Ustadz Firanda Andirja seperti disiarkan Republika Kamis (11/6/2020), ibadah haji akan berhenti tatkala ruh-ruh kaum mukminin pada akhir zaman telah dicabut oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala hingga tidak tersisa di atas muka bumi, kecuali orang-orang terburuk yang akan merasakan tibanya hari kiamat dalam kondisi hidup. Pada saat itulah, haji pun berhenti.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Tidak akan tegak hari kiamat, kecuali sudah tidak ada orang lagi yang berhaji (tidak ada lagi yang datang menuju Ka'bah Allah Subhanahu wa Ta'ala," (hadist riwayat Al-Bukhari).

Pada saat Ka'bah sudah tidak diagungkan lagi, Allah Subhanahu wa Ta'ala membiarkan Ka'bah dihancurkan oleh seorang dari Habasyah. Rasulullah bersabda: "Ka'bah akan dihancurkan oleh seorang dari Habasyah yang kedua betisnya kurus kerempeng," (hadist riwayat Al-Bukhari dan Muslim).

Adapun Ka'bah terus dikunjungi meskipun muncul fitnah-fitnah yang besar pada akhir zaman kelak. Dalam hadits yang sahih, Rasulullah bersabda: "Sungguh Ka'bah ini, orang akan datang berhaji dan orang akan berumroh kepadanya meskipun setelah keluarnya Ya'juj dan Ma'juj," (hadist riwayat Al-Bukhari).

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar