Pakai Masker saat Olahraga, Begini Kata Dokter

  Rabu, 03 Juni 2020   Suara.com
ilustrasi olahraga. (Pixabay)

JAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Pemerintah mewajibkan masyarakat mengenakan masker saat berada di luar rumah guna mencegah penyebaran virus corona. Mungkin, tak terkecuali dengan aktivitas olahraga.

Menurut dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Michael Triangto, SpKO, memakai masker memang bisa membuat kita kurang lega, sesak, dan tidak nyaman. Namun tetap membantu kita terlindungi dari kemungkinan terinfeksi virus.

"Bila masker digunakan saat berolahraga, dapat dimengerti bila ada yang merasakan sesak, terutama pada olahraga yang berintensitas berat," kata dr. Michael dalam rilis resmi yang diterima Suara.com, Rabu (3/6/2020).

Yang menjadi pertanyaan adalah, mengapa seseorang harus berolahraga berat saat menggunakan masker?

Dari Panduan Hidup Aktif PDSKO (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga) menunjukkan kurva huruf ā€œJā€, yaitu hubungan antara intensitas berolahraga dan risiko mengalami infeksi penyakit.

Dr. Michael menjelaskan, dari titik awal kurva tersebut yang berada di titik paling kiri memperlihatkan titik di mana kemungkinan terinfeksinya seseorang bila tidak berolahraga.

Titik terendah dari kurva ā€œJā€ tadi berada di tengah yang mana menunjukkan bila berolahraga dengan intensitas ringan sampai sedang maka risiko yang dihadapi menjadi terendah.

Sedangkan di titik paling kanan menunjukkan jika berolahraga dengan intensitas berat malah berpotensi untuk mengalami risiko terinfeksi tertinggi, termasuk terinfeksi Covid-19 dan juga cedera maupun gangguan kesehatan lainnya.

Oleh karena itu, sebelum berolahraga, setiap individu sebaiknya mengetahui dengan jelas tujuan dari kegiatannya itu, dan bila tujuannya untuk sehat tentunya lebih baik melakukan olahraga berintensitas ringan sampai sedang saja.

"Sehingga tidak akan terganggu dengan penggunakan masker sesuai dengan peraturan PSBB tadi," lanjut dr. Michael.

Apabila yang tetap ingin berolahraga berat, dianjurkan untuk melakukannya di dalam rumah. Dengan catatan, olahraga intensitas berat hanya diperuntukkan bagi atlet yang ingin bertanding sehingga tujuan kesehatan bukanlah menjadi prioritas mereka.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar