9 Bedug Tajug Gede Cilodong, Lambang Hidup dan Wali Penyebar Islam

  Rabu, 06 Mei 2020   Dede Nurhasanudin
Bedug di Tajug Gede Cilodong Purwakarta. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

BUNGURSARI, AYOPURWAKARTA COM -- Beragam destinasi wisata telah tersedia di Kabupaten Purwakarta mulai wisata air, alam hingga wisata religi. Semua destinasi itu  tersebar di seluruh wilayah kecamatan.

Khusus wisata religi, Tajug Gede Cilodong menjadi ikon baru di Purwakarta.  Berdiri di atas lahan seluas 10 hektare, Tajug Gede Cilodong menyuguhkan segala keindahan dan keunikan masjid dibandingkan dengan masjid lain.

Salah satu hal yang menarik itu adalah terdapat bedug untuk menandakan tibanya waktu salat sebelum azan dikemundangkan.

Namun bedug yang ada di Tajug Gede Cilodong tidak seperti di masjid pada umumnya yang berjumlah satu buah saja. Di Tajug Gede Cilodong terdapat sembilan bedug, berikut ukurannya masing-masing cukup besar.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Tajug Gede Cilodong Kabupaten Purwakarta Dedi Mulyadi menjelaskan keberadaan 9 bedug tersebut mengisyaratkan beberapa hal.

Pertama lambang dalam kehidupan manusia yang memiliki 9 tingkatan, dan kedua adalah menunjukan bahwa angka hanya ada 9.

"Kalau angka 10 dan seterusnya itu adalah perpaduan angka, paling tinggi (angka) yah angka 9," kata dia, Rabu (6/5/2020).

Selain itu, angka 9 itu adalah simbol Wali Songo, penyebar agama Islam di tanah Jawa.

"Inilah kualitas-kualitas angka yang menjadi dasar kenapa di Tajug Gede Cilodong bedugnya ada 9, bahkan jumlah muazin juga ada 9 orang," kata mantan Bupati Purwakarta dua periode itu.

Selain itu, Dedi juga menyebut hadirnya Tajug Gede Cilodong digagas sejak dirinya masih menjabat bupati pada 2015 lalu.

"2016 peletakan batu pertama dan 2017 mulai dibangun," ujar dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar