Pandemi Covid-19, Ngabuburit di Jembatan KA Cisomang Tetap Favorit

  Senin, 04 Mei 2020   Dede Nurhasanudin
Suara ngabuburit yang dilakukan sejumlah warga di jembatan KA Cisomang, Minggu (3/5/2020). (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

DARANGDAN, AYOPURWAKARTA.COM -- Tradisi ngabuburit pada Ramadan sepertinya sulit untuk dihilangkan meski saat ini virus corona jenis baru atau Covid-19 tengah mewabah. Kondisi ini seperti terlihat di jembatan kereta api Cisomang, Desa Depok, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta.

Lokasi ini memang jadi salah satu destinasi favorit ngabuburit. Meski ada larangan agar masyarakat tidak berkerumun, namun puluhan warga yang notabene muda-mudi tersebut tetap asyik ngabuburit di jembatan kereta seperti terpantau Ayopurwakarta.com pada Minggu (3/5/2020).

"Bukan tidak takut corona, tapi kalau di rumah teruskan bosen, dan suka aja ngabuburit di sini, setiap bulan puasa memang suka ngabuburit di jembatan ini," ujar salah satu warga, Rini Nuraini (29).

Konon, jembatan kereta api Cisomang merupakan salah satu jembatan kereta api di Indonesia yang memiliki ketinggian cukup memukau, sampai 100 meter dari permukaan tanah.

Di atas ketinggian itu, masyarakat dapat menikmati pemandangan alam yang sejuk dan begitu eksotis dengan suasana nyaman serta udara sangat sejuk. Malah, sejak diresmikan Presiden RI ke-4 Megawati Soekarno Putri 2004 lalu, jembatan ini sudah menjadi lokasi favorit masyarakat untuk ngabuburit.

"Memandangannya enak, suasananya sejuk dan hening dari keramaian kota," kata dia.

Masyarakat pun bukan tidak mengetahui lokasi ini sangat berbahaya lantaran jalur aktif perlintasan kereta api. Namun mereka mengaku mengetahuinya lebih dulu, yaitu bunyi sirine kereta sudah terdengar dari jauh.

"Kalau ada suara sirine kami langsung menjauh dari perlintasan kereta," ujar Mamad (30), masyarakat lainnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar