Syekh Baing Yusuf Penyebar Agama Islam di Purwakarta

  Rabu, 29 April 2020   Dede Nurhasanudin
Masjid agung Baing Yusuf di Purwakarta. (ayopurwakarta/Dede Nurhasanudin)

PURWAKARTA KOTA,AYOPURWAKARTA.COM -- Sebelum di Purwakarta, Raden H Muhammad Yusuf Bin Jaya Negara menyebarkan agama Islam terlebih dahulu di Banten, Jakarta, Karawang dan di kota kelahirannya di Bogor.

Raden H Muhammad Yusuf Bin Jaya Negara atau lebih dikenal dengan sebutan Syekh Baing Yusuf masih keturunan Prabu Siliwangi ke-21.

Dipilihnya Purwakarta atau pada saat itu masih bernama Karawang untuk mengajak badega atau pengawal Prabu Siliwangi masuk Islam yang waktu itu masih beragama Sunda Wiwitan, yang berada di Kuta Waringin (Pasar Rebo) dan Sindang Kasih.

"Karena masih keturunan Prabu Siliwangi, beliau merasa memiliki tanggung jawab kepada para badega untuk mengajak masuk Islam," ujar Dewan Kepengurusan Masjid (DKM) Baing Yusuf Purwakarta Bidang Imaroh, R Sanusi AS, Rabu (29/4/2020).

AYO BACA : Masjid Baim Yusuf Saksi Penyebaran Islam di Purwakarta

Dengan kegigihan syekh dalam menyebarkan agama Islam, akhirnya badega dan masyarakat pada umumnya masuk agama muslim dan diberikan sebuah buku karangan beliau bernama fikih sunda tasauf sunda.

"Untuk memudahkan syiar, pada 1826 Syekh Baing Yusuf mendirikan masjid ini (Mesjid Agung) yang waktu itu masih hutan belantara, lokasi ini dipilih karena dekat dengan Sindang Kasih dan Kuta Waringin," kata dia.

Syekh Baing Yusuf menyebarkan Islam di Purwakarta selama 119, atau sejak 1826 hingga meninggal pada 1945.

Syekh Baing Yusuf dimakamkan di sekitar Masjid Agung yang berlokasi tak jauh dari Kantor Pemerintahan Pemkab Purwakarta. Makam tersebut kini menjadi wisata religi di Purwakarta.

"Masjid ini merupakan peninggalan beliau sekaligus salah satu bukti penyebaran agama Islam di Purwakarta, meski telah mengalami perubahan dari tahun ke tahun," kata R Sanusi AS.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar