Tidak Pakai Masker, Tunjangan PNS Pemkab Purwakarta Terancam Dipotong

  Selasa, 07 April 2020   Dede Nurhasanudin
Ilustrasi. (ayobandung)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Tunjangan para pegawai di lingkungan Pemkab Purwakarta terancam dipotong jika tidak menggunakan masker saat bekerja.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan, kebijakan itu dikeluarkan merupakan salah satu upaya pencegahan penyebaran wabah virus corona.

"Surat edarannya akan segera dikeluarkan melalui Badan Kepegawaian, Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM)," ujar dia, Rabu (7/4/2020).

Ia menjelaskan, isi dalam surat tersebut mengatur para pegawai baik ASN maupun non-ASN wajib menggunakan masker selama bekerja (di luar rumah).

Jika mereka tidak mengindahkan akan masuk kategori indisipliner. Teguran dan tunjangan kinerja akan dipotong, lebih dari itu promosi jabatan bagi ASN juga terancam ditahan.

"Sebetulnya tidak diberikan sanki juga tidak menjadi soal, tapi ini untuk kedisiplinan kebaikan bersama di tengah wabah virus corona," kata Anne.

Saat disinggung keberadaan masker saat ini langka, Anne mengatakan Dinas Koperasi, Industri, UKM, Perdagangan telah produksi masker berbahan kain, yang diproduksi oleh para pelaku usaha yang kesehariannya menjahit pakaian.

"Jadi tidak ada lagi susah mendapatkan masker, Diskoperdag sudah produksi secara massal, dan harganya cukup terjangkau Rp3.000-Rp7.000 perbuah," ujar dia.
 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar