Curhat Pedagang di Tengah Pandemi: Jangan Suruh Diam Tanpa Jaminan

  Kamis, 02 April 2020   Dede Nurhasanudin
Tempat berjualanFebri Pebrianto di sekitar Alun-alun Purwakarta yang mesti ditutup untuk sementara waktu. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Menjalani keseharian terasa berat bagi para pedagang di tengah merebaknya wabah virus corona.

Imbauan pemerintah agar masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah sangat berdampak terhadap penghasilan yang diperoleh setiap harinya.

Tidak sedikit di antara mereka memilih untuk berhenti sementara berjualan agar tidak mengalami kerugian.

Hal itu misalnya dilakukan oleh Febri Pebrianto yang menjajakan ayam goreng kampung di sekitar Alun-alun Purwakarta. Sekitar satu pekan lamanya, kiosnya ditutup.

"Awalnya buka, tapi dirasa pembeli sepi malah habis modal, akhirnya saya memilih tidak berjualan," ungkap dia, Kamis (2/4/2020)

Ia bercerita, sebelum virus corona mewabah dan membuat masyarakat khawatir, dirinya bisa mendapatkan hasil penjualan Rp1,5 juta lebih setiap harinya. Namun kala kebijakan diam di rumah bergaung, pendapatan maksimal Rp800.000 sudah sangat besar.

"Biasanya kan banyak pengunjung ke Taman Maya Datar, alun-alun atau para peziarah ke makam Syeh Baim Yusuf, mampir hanya sekedar minum atau makan di sini, keramaian itu sekarang tidak ada. Seumur-umur saya berjualan baru merasakan mendapat uang hanya Rp200.000 sehari," kata dia bercerita.

Meski begitu, Pebri nekat akan kembali berjualan esok hari meski sepi pembeli. "Yah gimana lagi, kita harus makan, kalau tidak berjualan mau dari mana," keluh dia.

Menurutnya, dalam kondisi seperti ini pemerintah harus hadir memperhatikan masyarakat yang tidak memiliki penghasilan tetap seperti dirinya.

"Jangan suruh diam di rumah sementara tidak dijamin kebutuhannya, kebutuhkan keluarga kan harus tetap ada, apalagi yang namanya anak tidak bisa tidak ada walaupun hanya untuk sekedar jajan," ujar Febri.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Purwakarta telah mengalokasi anggaran sebesar Rp18 miliar sebagai upaya menanggulangi masalah perekonomian masyarakat kurang mampu.

Bantuan itu setidaknya bakal disalurkan untuk tiga bulan ke depan terhitung April hingga Juni 2020.

Setiap kepala keluarga akan mendapat Rp300.000 per bulan. Bentuk bantuannya berupa uang tunai yang akan dikirim langsung ke masing-masing penerima.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar