2020, Pemkab Purwakarta Anggarkan Rp4,9 Miliar untuk Bencana Alam

  Rabu, 19 Februari 2020   Dede Nurhasanudin
Bencana alam longsor di Kecamatan Bojong beberapa waktu lalu. (Ayopurwakarta/Dede Nurhasanudin)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Wilayah kabupaten Purwakarta merupakan salah satu daerah di Jawa Barat rawan bencana alam seperti longsor.

Pemerintah setempat pun mencanangkan anggaran bagi masyarakat terdampak di luar dugaan pada 2020 ini.

"Kami menganggarkan sebesar Rp4,9 miliar terdiri dari bantuan sosial tak direncanakan (BSTD) Rp 2,4 miliar dan bantuan sosial Rp 2,5 miliar," ungkap Kepala Bagian Kesra Purwakarta, A.M Sundari, Rabu (19/2/2020).

Ia menyebut, untuk bencana alam longsor di Desa Legoksari Kecamatan Darangdan telah dialokasikan sebesar Rp24 juta untuk perbaikan saluran air agar persawahan milik petani dapat kembali teraliri air.

AYO BACA : Sawah Warga Sirnamanah Tertimbun Tanah KCIC, Pemerintah Harus Buka Telinga

"Anggaran untuk perbaikan longsor di Desa Legoksari sudah disetuji ibu bupati," ujar dia.

Tak hanya itu, Kesra juga menganggarkan sebesar Rp 50 juta untuk jembatan putus di wilayah Desa Cibatu. Sementara untuk jembatan gantung yang ada di Desa Wanawali masih dalam tahap proses, karena alokasi anggarannya mendadak.

"Untuk tahun ini kami telah mengeluarkan anggaran untuk sejumlah bidang seperti pendidikan dan sosial yang tak tercover BPJS," kata Sundari.

Sementara itu, pada 2019 Kesra telah mengeluarkan anggaran sebesar Rp 900 juta untuk perbaikan rumah roboh, rutilahu, pengobatan, pendidikan, dan lainnya. Hal ini dikeluarkan atas dasar proposal yang masuk atau mengajukan.

"Bagi warga yang ingin mendapatkan bantuan dari Kesra bisa melalui prosedur dengan membuat laporan dari desa setempat yang kemudian nanti ditindaklanjuti dengan dilakukan survei," ujar Sundari.

AYO BACA : Terdampak Pembangunan KCIC, Warga Purwakarta Minta Ganti Rugi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar