Terdampak Pembangunan KCIC, Warga Purwakarta Minta Ganti Rugi

  Rabu, 19 Februari 2020   Dede Nurhasanudin
Atini (kiri) saat menyampaikan kepedihan yang dialaminya bersama warga lain di lokasi persawahan mereka tertimbun tanah

DARANGDAN, AYOPURWAKARTA.COM--Mega proyek pembangunan Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) Jakarta-Bandung kembali menuai polemik di tengah masyarakat.

Kali ini sejumlah warga Desa Sirnamanah Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta meminta ganti rugi atas area persawahan milik mereka yang menjadi pembuangan material tanah proyek KCIC berlokasi di Desa Depok Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta.

"Sejak material tanah dibuang ke sini Agustus tahun lalu kami belum menerima sepeser pun ganti rugi," ungkap salah seorang  pemilik area persawahan terdampak KCIC, Atini (60) saat menggelar aksi di sekitar lokasi, Selasa (18/2/2020) kemarin sore.

Ia mengaku area persawahan terdampak seluas 3000 meter persegi mampu menghasilkan dua ton gabah kering setiap kali panen. Penghasilan tiga bulan sekali itu saat ini tidak ada lantaran area persawahan miliknya terdampak proyek nasional tersebut.

"Saya bingung sekarang, buat makan saja menjadi sulit, terkadang ngutang dulu ke warung," ujar dia.

Pihak pengembang sempat menawarkan uang sewa Rp50.000 per meter. Namun Atini bersama warga lain menolak karena dinilai tidak sesuai dengan kerugian yang alami. Sehingga warga pun memutuskan meminta ganti rugi dengan cara dibeli Rp1 juta per meter.

"Kami tidak mau disewa, area persawahan sudah seperti ini sudah tidak bisa ditanami padi, apalagi irigasi yang biasa mengairi persawahan di sini sudah tertimbun," kata Iwan (60) warga lainnnya.

Iwan mengaku sawah seluas 9 patok atau 9x4 meter miliknya tertimbun tanah galian proyek KCIC. Dia menyebut ada sekitar 20 kepala keluarga warga yang terdampak.

"Sejak Agustus 2019 sampai sekarang belum dibayarkan. Kalau dihitung-hitung itu luas hektare yang terdampak 6 hektare dari 10 hektar seluruhnya, kami minta segera dibayar agar tidak ada yang dirugikan," ujar dia.

Sementara itu, awak media belum dapat mengkonfirmasi pihak KCIC, perwakilan KCIC yang hadir saat warga mendatangi area persawahan tertimbun material tanah enggan dimintai keterangan.

"Maaf tidak bisa, saya di sini masih baru, nanti mungkin saya sampaikan ke atasan," singkat petugas itu.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar