Seorang Wartawan Purwakarta Diduga Dianiaya Kades

  Minggu, 12 Januari 2020   Dede Nurhasanudin
Ilustrasi (Pixabay)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Seorang wartawan di Kabupaten Purwakarta diduga dianiaya oknum kepala desa.

Penganiayaan tersebut terjadi saat korban yang bernama Adi Kurniawan Tarigan (48) sedang bertugas melakukan wawancara dengan dua orang kepala desa yang mengajak bertemu di SPBU, Jalan Raya Basuki Rahmat, Sindangkasih, Purwakarta, Jumat (10/1/2020) malam. 

"Saya gak tahu (penyebabnya), tiba-tiba saja satu dari orang kepala desa yang saya wawancara itu memukul. Beberapa kali saya dipukul di bagian kepala," ujar pria yang juga pengurus PWI Peduli Purwakarta itu, Sabtu (11/1/2020).

Tarigan yang kaget mendadak dianiaya tanpa sebab mengaku sempat menghindar. Namun oknum kepala desa yang mengamuk itu malah mengejarnya. Seakan belum puas, Pak Kades kembali memukul sang kuli tinta itu bertubi-tubi. 

"Tidak ada yang menolong atau mererai padahal di tempat umum. Beruntung saya langsung lari dan pergi naik motor meninggalkan lokasi," kata Tarigan.

Setelah berhasil kabur, Tarigan kemudian ke rumah sakit untuk meminta pertolongan medis sekaligus meminta visum di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Setelah itu, korban melaporkan kejadian itu ke Mapolres Purwakarta. 

"Ya, sudah buat laporan ke polisi, oknum kades itu berinisial MHN dan satu lagi AS, kepala Desa di Kecamatan Sukatanu. Yang memukul itu MHN sementara AS diam. Saat saya mendapat penganiayaan itu, AS pun tidak ikut mererai hanya melihat. Karena kejadiannya di tempat umum jadi banyak saksi," jelas Tarigan.

Terpisah, Dua Kepala Desa di Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta membantah jika mereka melakukan penganiayaan terhadap salah satu awak media yang tengah melakukan peliputan.

Muhamad Hilman Nurzaman (MHN), Kades Pasirmunjul yang dituduh menganiaya, mengaku tidak pernah melakukan pemukulan terhadap wartawan yang bernama Adi Kurniawan Tarigan.

"Kami tidak merasa menganiaya dia, apa yang disangkakan kepada kami berdua jangan sampai jadi fitnah," kata Hilman dihubungi terpisah.

Saat disinggung mengenai pelaporan ke Polisi, mereka kompak menjawab itu hak individu sebagai warna negara. Jika memang terbukti silahkan saja diproses secara hukum.

"Selaku warga negara, kami akan taat hukum. Silahkan dibuktikan secara hukum, itu hak yang bersangkutan," kata Kades Sukatani, Asep Sumpena menambahkan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar