Pemkab Purwakarta Komitmen Dorong UMKM Miliki PIRT

  Rabu, 04 Desember 2019   Dede Nurhasanudin
Ilustrasi UMKM di Purwakarta. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Perkembangan Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Purwakarta menunjukan tren positif. Hal itu tidak terlepas dari kreativitas masyarakat menggali potensi daerah.

Seperti halnya Titin warga Kampung Mekarsari Ubrug, Desa Cibinong, Kecamatan Jatiluhur. Ibu dua anak itu manfaatkan melimpahnya hasil tangkapan ikan menjadikan makanan yang mampu mendatangkan sumber ekonomi.

"Camilan yang saya produksi kerupuk kulit ikan dan basreng bernahan dasar ikan," ujar Titin akhir pekan kemarin.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika bangga melihat perkembangan perekonomian masyarakat di sektor UMKM. Karena secara tidak langsung taraf ekonomi masyarakat juga menjadi berkembang.
 
"Kami sangat bersyukur, karena denyut perekonomian masyarakat melalui UMKM cenderung berkembang. Karena, secara otomatis berimplikasi juga terhadap perekonomian masyarakat," ujar Anne, Rabu (4/12/2019).
 
Dia menjelaskan, melihat data dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Purwakarta, saat ini sudah ada 8.500 pelaku UMKM di Kabupaten Purwakarta. Para pelaku usaha ini tersebar di seluruh desa di 17 kecamatan.
 
"Mayoritas, UMKM ini begerak di sektor makanan dan minuman," kata dia.
 
Menurutnya, dalam hal ini tugas pemerintah, selain membantu dalam hal pemasaran turut juga mendorong agar pelaku UMKM ini terverifikasi.

Jadi yang belum tersertifikasi, misalnya dari BPOM dan izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) yang salah satu poinnya mengatur soal masa kadaluarsa, didorong untuk segera mengurus izin – izin tersebut.
 
"Memang, ada sebagian pelaku UMKM yang belum mengurus izin – izin tersebut. Makanya, pemerintah akan membantu memfasilitasinya," kata Anne.
 
Dari segi kualitas maupun kuantitas produk UMKM ini harus terus ditingkatkan. Dari sisi kualitas, salah satunya harus diperhatikan mengenai keamanan produk itu sendiri. Misalnya, dengan melampirkan tanggal kadaluarsa dan PIRT yang dikeluarkan dinas terkait. Terlebih masih banyak produk makanan yang expirednya tidak tahan lama.
 
"Makanya, ini harus juga jadi perhatian kita. Alhamdulillah, tahun ini ada 400 pelaku UMKM yang kami fasilitasi izin PIRT-nya," ucap Anne.
 
Anne menambahkan, saat ini produk UMKM yang dihasilkan para pelaku usaha ini sudah merambah galeri ataupun outlet oleh-oleh. Sehingga sudah seharusnya para pelaku UMKM ini lebih memperhatikan produknya, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.
 
"Ada tiga syarat utama yang harus diperhatikan. Yakni, soal kualitas produk, kuantitas produksi dan pengemasan," ujar dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->