Disdik Berikan Donasi untuk Nana Sutisna yang Akan Kuliah ke Tunisia

  Jumat, 08 November 2019   Dede Nurhasanudin
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto, saat menerima Nana Sutisna. (ayopurwakarta/Dede Nurhasanudin)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto, mengundang seorang pemuda yang mendapatkan beasiswa dari Perguruan Tinggi Tunisia Institut  Superieur De Le Civilisation Islamique de Turnis.

Pemuda itu diketahui bernama Nata Sutisna (18) warga Desa Selaawi Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta sebelumnya ramai menjadi perbincangan hangat masyarakat Purwakarta.

Sebelumnya, tersiar kabar bahwa Nata Sutisna sempat mengajukan proposal bantuan untuk keberangkatannya ke Tunisia, namun proposal itu ditolak oleh Pemkab Purwakarta, Disdik Purwakarta serta Pemprov Jabar.

Saat dikonfirmasi awak media, Nata menyayangkan dengan adanya pemberitaan tersebut. Bahkan dirinya membantah adanya penolakan dari pihak Pemkab dan Disdik Purwakarta.

"Karena mepet saya langsung ingin bertemu, tidak ada kata menolak, karena memang saya tidak bertemu," ujar Nata di Kantor Dinas Pendidikan, Jumat (8/11/2019).

Ia menjelaskan, pada waktu itu dirinya mendatangi Pemkab Purwakarta dan Disdik Purwakarta untuk meminta bantuan dari pemerintah, dikarenakan waktu keberangkatan sudah mulai mepet yaitu sekitar 14 November 2019.

"Kedatangan waktu itu memang inisiatif, baik ke Pemda maupun ke Disdik, baik dengan ibu Bupati dan Pak Kadis memang tidak bertemu,"kata dia.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto mengaku, pihaknya bukan tidak bisa membantu tetapi terbentur oleh  nomenklatur yang ada. Apalagi kebutuhan Nata dapat dikatakan mendesak, selain itu kewenangan Disdik hanya mencakup TK,SD dan SMP.

"Ya untuk bantuan memang tidak bisa karena tidak terprogram nomenklaturnya gak ada, jadi kan kita juga hati - hati untuk mengeluarkan anggaran, adapun bantuan dari pribadi," ujar Purwanto.

Bahkan kedatangan Nata, kepada Bidang Pendidikan Pemprov Jabar pun sama, hal itu harus jadi kajian di Pusat, ketika daerah menghadapi kasus seperti Nata.

"Memang tidak teranggarkan, perlu ada program secara jangka panjang, itu kan kewenangannya harus di pusat, saya kira Pusat harus memiliki solusi kasus seperti ini di daerah" katanya.

Untuk mengurangi beban Nata, pihaknya bersama guru dan kepala sekolah se Kabupaten Purwakarta sudah mengumpulkan donasi dan donasi sudah terkumpul sebesar Rp 15 Juta.

"Hari ini saya serahkan donasi untuk Nata, yang merupakan hasil rereongan Pejabat Disdik, Guru dan Kepala Sekolah se-Purwakarta," ujar Purwanto.

Ket foto :  Kepala Dinas Pendidikan Kabulaten Purwakarta, Purwanto memberikan bantuan untuk keberangkatan Nata Sutisna.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->