Warga Sukarapih Tolak Pinjaman Berkedok Bank

  Senin, 23 September 2019   Dede Nurhasanudin
Warga Kampung Sukarapih, Desa Sawit, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, memasang belasan spanduk dan banner bertulisan penolakan segala bentuk jenis pinjaman berkedok bank masuk ke lingkungan mereka. (Dede Nurhasanudin/Ayopurwakarta.com)

DARANGDAN, AYOPURWAKARTA.COM -- Warga Kampung Sukarapih, Desa Sawit, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, memasang belasan spanduk dan banner bertulisan penolakan segala bentuk jenis pinjaman berkedok bank masuk ke lingkungan mereka.

Warga menilai, jenis pinjaman tersebut meresahkan masyarakat dan perlu diantisipasi.  Pemasangan spanduk atau banner dengan ragam tulisan penolakan dinilai solusi terbaik.

"Aksi penolakan berawal dari kekhwatiran para tokoh masyarakat dan aparat terhadap dampak atau efek negatif di masyarakat yang diakibatkan adanya jenis pinjaman berkedok bank tersebut," ujar Kepala Dusun II Kampung Sukarapih E. Jaenudin, Senin (22/9/2019).

Spanduk atau banner mereka pasang di sejumlah tempat strategis dengan ragam tulisan penolakan, di antaranya bertulisan "Menolak Keras, masuknya Kosipa, Bank Keliling (Bangke), rentenir dan lintah darat ke wilayah Dusun II Sukarapih riba bikin sengsara dunia akhirat." dan " Rentenir: ngasih pinjam belaga pahlawan, giliran nagih galak kayak setan".

"Ini sudah terbukti seperti di lingkungan lain bahkan berakibat fatal sampai berakibat runtuhnya rumah tangga dan permasalahan antara tetangga terdekat," kata dia.

Untuk itu, lanjut Jaenudin, aparatur hingga tokoh masyarakat dan karang taruna setempat berinisiatif memasang spanduk atau banner peringatan hingga penolakan bank yang lebih mirip rentenir.

"Yang kita tau macama-macam, modusnya seperti rentenir dan banyak ribanya lah kalau diperhatikan," ucap dia.

Sementara, Ketua Bamusdes Desa Sawit Yadi Suryadi menambahkan, pemasangan spanduk atau banner sebagai sosialisasi membuka pandangan masyarakat, masih ada cara lain untuk keluar dari himpitan ekonomi.

"Masih banyak cara lain yang bisa kita ambil, seperti merintis usaha atau bekerja sesuai bidangnya, bila pun harus meminjam bank legal pun masih ada juga dan lebih jelas prosedur," kata Yadi.

Adapun spanduk tersebut dipasang di setiap jalan lingkungan agar mudah terlihat masyarakat terutama pelaku yang dimaksud.

"Saat ini ada sekitar 18 spanduk atau banner kita pasang, kita pasang di sana mempertegas jika kehadiran mereka tidak diharapkan," ujar dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar