Perpustakaan Seluruh Indonesia Kekurangan 500.000 Pustakawan

  Rabu, 14 Agustus 2019   Fira Nursyabani
Ilustrasi perpustakaan. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

JAKARTAAYOPURWAKARTA.COM -- Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia M Syarif Bando mengatakan kebutuhan pustakawan di Indonesia mencapai 500.000 orang. Sementara yang tersedia baru sekitar 5.000 pustakawan.

“Masih dari jauh dari yang diharapkan, itu dihitung dari satu sekolah satu pustakawan untuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama, jumlahnya mencapai 500.000 orang,” jelas Syarif di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Menurut Syarif, walaupun masih kurang dalam bentuk jumlah, tetapi dia merasa bangga atas kinerja para pustakawan saat ini. Mereka dianggap sebagai motor penggerak perpustakaan baik di perguruan tinggi, perpustakaan umum di desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi.

“Indonesia telah mencatat sebagai salah satu negara dengan kualitas perpustakaan terbaik di dunia dalam menyajikan akses mencapai 2,3 miliar karya ilmiah,” ungkap Syarif.

Selain itu, Indonesia berada pada urutan ke-16 dari 30 negara besar yang diteliti untuk kegemaran membaca dengan rata-rata 6 jam lebih per pekan atau lebih baik dari Inggris, Amerika Serikat, Jepang, dan Korea.

Dengan capaian itu kata Syarif, kebijakan pemerintah menjadikan perpustakaan sebagai urusan wajib baik di pusat, provinsi maupun kabupaten kota, mulai menunjukkan titik terang. Ditambah lagi dengan keterlibatan para penggiat literasi di Indonesia, untuk bersama-sama pemerintah mendorong tumbuhnya kegemaran membaca di masyarakat.

“Yang paling penting adalah sejak diluncurkan pengiriman buku gratis setiap tanggal 17 bulan berjalan, oleh Prsiden Joko Widodo, sudah lebih 400 ton buku terkirim dari sabang sampai Merauke selama kurun waktu tersebut,” kata Syarif.

Angka itu menurut dia menunjukkan partisipasi orang-orang sukses di kota urut mengambil bagian dalam mengirimkan buku ke daerah asalnya masing-masing.

Syarif berharap para pustakawan terus berinovasi untuk menyesuaikan dengan tantangan dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Mereka perlu memperkuat kepemimpinan, memecahkan masalah, menambah kekuatan jaringan, berkolaborasi, berinovasi serta memiliki kreativitas.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar