Simbiosis Kemarau dan Perajin Kerupuk

  Kamis, 18 Juli 2019   Irpan Wahab
Perajin kerupuk menuai berkah dari musim kemarau yang tengah berlangsung. (Irpan Wahab/Ayotasik.com)

TASIKMALAYA, AYOPURWAKARTA.COM -- Musim kemarau yang terjadi melanda beberapa wilayah di Indonesia sering kali membawa dampak buruk, baik itu gagal panen bagi petani maupun sulitnya air bersih bagi masyarakat luas. Namun hal itu tidak berlaku bagi perajin kerupuk di Kota Tasikmalaya. Musim kemarau justru membawa berkah bagi usaha yang digeluti.

Perajin kerupuk merk 'Si Geboy' Dani mengakui, musim kemarau sangat baik untuk menjemur kerupuk. Kualitas kerupuk lebih bagus dan cepat kering karena mengandalkan sinar matahari.

AYO BACA : Berkah Kemarau, Penjual Perlengkapan Layangan Panen Untung

"Jadi kerupuk cepet kering karena terik matahari, terus jadi lebih renyah. Alhamdulilah ada kenaikan permintaan, " kata Dani ditemui di Sukalaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Kamis (18/7/2019).

Saat musim hujan, pengeringan kerupuk sebelum dimasak harus dua kali pengeringan. Disaat pengeringan dengan terik matahari tidak maksimal, alhasil harus dikeringkan dengan menggunakan oven.

AYO BACA : Geliat Payung Geulis di Tengah Pesatnya Persaingan

"Jadi dua kali kerjanya, harus kerja sama, biaya operasional nambah kalau lagi musim hujan. Kalau sekarang mah sehari juga kering dan kualitasnya bagus kering pisan, " papar Dani.

Selain untuk memenuhi permintaan pasar Tasikmalaya yang bertambah, musim kemarau juga digunakan untuk melakukan stok barang. Karena berdasarkan informasi, hujan akan turun pada bulan Oktober mendatang.

"Jadi kita manfaatkan dengan produksi lebih banyak. Kita stok sebanyak-banyaknya karena berdasarkan informasi di berita katanya Oktober nanti, " pungkas Dani.

AYO BACA : Tradisi Bertani dan Berkerajinan Warga Tasik

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar