Ini Peninggalan Syekh Baim Yusuf Penyebar Islam di Purwakarta

  Rabu, 15 Mei 2019   Dede Nurhasanudin
Pengurus Masjid Baim Yusuf Purwakarta Bidang Imaroh, R Sanusi AS dan pengurus masjid lainnya menunjukkan pedang peninggalan Syech Baim Yusuf. (Dede Nurhasanudin/Ayopurwakarta.com)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM—Raden H Muhammad Yusuf Bin Jaya Negara atau yang dikenal Syekh Baim Yusuf adalah seorang ulama penyebar agama Islam di Purwakarta. Beliau datang ke Purwakarta pada tahun 1826 kemudian mendirikan masjid tempat syiar agama Islam kepada masyarakat.

Ajaran Islam yang dibawa Baim Yusuf saat itu menyasar badega atau pengawal Prabu Siliwangi yang masih menganut Sunda Wiwitan. Badega kala itu singgah di Sindangkasih dan Kuta Waringin yang saat ini dikenal dengan sebutan Pasar Rebo.

Konon, Baim Yusuf masih merupakan keturunan Raja di Kerajaan Padjajaran. Karenanya, Baim Yusuf merasa memiliki tanggung jawab kepada para badega yang masih satu keturunan.

Selama 119 tahun Syekh Baim Yusuf menyebarkan Islam di Purwakarta, atau sejak 1826 hingga meninggal pada 1945. Baim Yusuf dimakamkan di sekitar Masjid Agung Baim Yusuf yang berlokasi tak jauh dari Kantor Pemerintahan Pemkab Purwakarta. Makam tersebut kini menjadi wisata religi di Purwakarta.

"Banyak yang ziarah ke sini, mulai dari dalam, luar kota, hingga dari luar pulau Jawa," ujar pengurus Masjid Baim Yusuf Purwakarta Bidang Imaroh, R Sanusi AS, Rabu (15/5/2019).

Selain masjid, peninggalan Syekh Baim Yusuf adalah pedang 1,2 meter, Alquran, dan Kitab Fikih Sunda Tasawuf Sunda yang masih terawat hingga kini.

Alquran dan Kitab Fikih Sunda Tasawuf Sunda tersebut digunakan untuk tausiah kepada masyarakat Purwakarta zaman dulu. Tausiah dilakukan di masjid sambil memegang pedang tersebut.

"Pedang Syekh masih asli dan sangat tajam kiri dan kanannya," ujar dia.

Setelah Syekh meninggal, pedang itu masih digunakan untuk khutbah imam salat Jumat di Masjid Agung Baim Yusuf. Namun, semasa Bupati Purwakarta Bunyamin Dudih, pedang itu tak digunakan lagi, diganti dengan tongkat.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar