Sejumlah Warga di Purwakarta Sulit Dapatkan Gas Elpiji 3 Kg

  Senin, 13 Mei 2019   Dede Nurhasanudin
Ilustrasi. (Dwi Ariadi)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM--Ketersediaan stok tabung gas elpiji berukuran 3 kilogram di Kabupaten Purwakarta mulai menipis. Hal itu disebabkan jumlah permintaan masyarakat terhadap gas berwarna hijau tersebut cukup tinggi.

"Dari awal Ramadan saya kelimpungan mencari gas elpiji 3 Kg. Di warung-warung juga sangat sulit," ujar Yeni Triwahyuni (38), salah seorang warga Kecamatan Pasawahan, Senin (13/5/2019).

Yeni mengaku tidak mengetahui pasti penyebab kelangkaan tabung gas elpiji berukuran 3 kg ini. Hanya saja ,saat berniat isi ulang cukup sulit untuk diperoleh. Bahkan tak jarang pula ibu satu anak itu menyisir ke sejumlah warung-warung ke luar desa bahkan luar kecamatan. 

"Kemarin saya nyari sampai ke Maracang, tetap saja tidak dapat," keluhnya.

Menurutnya, jika pun ada dirinya harus rela merogoh kocek Rp25 ribu-Rp30 ribu/tabung. Namun Yeni mengaku tidak keberatan asalkan mudah memperoleh tabung gas tersebut.

"Kalau untuk harga, biarpun mahal saya tetap beli, kan butuh. Yang bikin repot, udah mahal, juga sulit didapat. Mau beli saja kita susah apalagi ini bulan puasa,'' sambung emak-emak warga Pasawahan Kidul itu.

Kondisi serupa juga dialamu Rohmat (35), pedagang nasi goreng di sekitaran Giant Purwakarta. Dia mengaku kecewa dengan kelangkaan gas elpiji seakan sudah menjadi persoalan rutin.

"Terkadang kondisinya normal, tapi beberapa waktu kemudian gas melon kembali langka. Sangat disayangkan karena buktinya pemerintah tidak bisa menemukan solusi untuk menengahi persoalan ini," kata Pedagang Nasgor asal Brebes itu.

Sementara, salah satu pemilik pangkalan gas elpiji di Kecamatan Darangdan, Didin mengatakan, bulan Ramadan tingkat pemakaian gas elpiji 3 Kg  naik cukup signifikan.  Untuk itu dia meminta ada penambahan kuota gas khususunya di bulan puasa dan menjelang Lebaran.

"Saya kira tidak ada pengurangan pengiriman gas ke agen-agen. Tapi, ada peningkatan pemakaian yang tinggi dibulan puasa. Harusnya, kuota pengiriman ke agen ditambah empat kali lipat dari hari-hari biasa," terang Didin.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar