Istri Presiden RI ke-4 Berkunjung ke Purwakarta

  Sabtu, 11 Mei 2019   Dede Nurhasanudin
Istri Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid, Hj Sinta Nuriyah Wahid, saat menyuarakan toleransi di hadapan santri Ponpes Al Muhajirin.

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Istri Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid, Dra Hj Sinta Nuriyah Wahid M.Hum, berkunjung ke Kabupaten Purwakarta, Sabtu (11/5/2019).

Kunjungan Hj Sinta Nuriyah Wahid dalam rangka roadshow sahur dan buka puasa bersama warga di Aula Desa Wanasari Kecamatan Wanayasa, namun menyempatkan silaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Muhajirin, Purwakarta.

Kedatangan mantan Ibu Negara disambut Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin DR KH Abun Bunyamin MA beserta ratusan santri.

Disana Dra Hj Sinta Nuriyah Wahid M.Hum menyuarakan toleransi di hadapan ratusan santri putri. Menurutnya Indonesia tak bisa lepas dari keragaman. "Ini sesuai dengan semboyan Bhinneka tunggal Ika," ujarnya.

Karena itu pula, lanjut dia, masyarakat Indonesia harus mengutamakan toleransi dan saling menghargai. "Tidak boleh saling fitnah, gontok-gontokan, saling hujat," katanya.

Menurutnya, dibulan Suci Ramadan adalah momen toleransi. Itu pula sebabnya setiap Ramadan pada malam hari menjelang sahur, dirinya mengaku kerap keliling ke pasar, terminal atau stasiun.  Tujuannya untuk sahur bersama kaum dhuafa. 

"Ini sudah saya lakukan sejak 20 tahun lalu. Sahur bersama kuli bangunan, tukang becak, dan lainnya, dan ini pula yang menjadi kebiasaan Almarhum Gus Dur," ucapnya.

Lebih lanjut Sinta mengatakan, sahur keliling mau pun buka puasa bersama mengandung nilai-nilai silaturahmi. "Saya juga bisa saling berbagi kebahagiaan dan pengalaman bersama kaum dhuafa," kata Sinta.

Sementara di tempat yang sama, KH Abun Bunyamin menilai pesantren merupakan habitat dan bagian dari kehidupan beliau. Karena itu setiap kunjungan ke suatu daerah pasti menyempatkan ke pesantren. Nilai-nilai toleransi yang disampaikan adalah bagian dari ajaran Islam. 

"Ini seperti yang disampaikan Baginda Rasulullah Saw. Bahwa kita dianjurkan, diperintahkan, bahkan diberikan contoh bagaimana semestinya kita berdampingan dengan orang yang beda keyakinan," kata KH Abun.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar