Dian Asriani Meninggal Dunia, Ini Penjelaskan Dirut RSUD Bayu Asih Purwakarta

  Minggu, 21 April 2019   Dede Nurhasanudin
Direktur RSUD Bayu Asih Purwakarta, Agung Darwis. (Dede Nurhasanudin/ayobandung.com)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Dian Asriani, seorang bayi berusia tujuh bulan dikabarkan telah meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Bayu asih Purwakarta selama tiga minggu. Dian merupakan bayi malang yang dikubur hidup-hidup oleh ibunya yang berinisal W (35), tidak jauh dari kediamannya di Kecamatan Kiarapedes. W diduga mengalami depresi.

Menurut Direktur RSUD Bayu Asih Purwakarta, Agung Darwis, bayi berusia tujuh bulan itu meninggal dunia akibat hipoksia atau kekurangannya oksigen ke otak dampak adanya pasir di paru-paru. "Betul, Bayi Dian telah meninggal dunia pada pukul 08.45 WIB di RSUD Bayu Asih karena otaknya kekurangan oksigen yang sifatnya permanen," ujarnya.

Selama lebih dari tiga minggu itu, kehidupan Dian benar-benar sangat ditopang oleh alat-alat medis. Bahkan Dian terus diberikan obat pemicu jantung secara berkala untuk mempertahankan detak jantungnya.

Diketahui, di saat-saat terakhirnya, Dian mengalami Cardiac Arrest atau kondisi detak jantung yang berhenti secara tiba-tiba. "Hingga nafas terakhirnya, alat-alat medis yang menopang hidup Dian masih tertempel. Alat-alat tersebut dilepaskan setelah dinyatakan meninggal dunia," ucap dia.

Bayi Dian pun langsung dibawa ke rumahnya untuk segera dimakamkan oleh pihak keluarga.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar