Pertahankan Gerabak Keramik, Pemkab Purwakarta Dapat Pujian Dirjen IKM Kemenperin RI

  Senin, 08 April 2019   Dede Nurhasanudin
Direktur Jenderal IKM Kemenperin RI, Gati Wibawaningsih bersama rombonganndan didampingi dinas terkait Pemkab Purwakarta melihat pelatihan proses membuatan gerabah keramik di UPTD Litbang Keramik Plered. (Dede Nurhasanudin/Ayopurwakarta.com)

PLERED, AYOPURWAKARTA.COM—Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah (IKM) Kemenperin RI Gati Wibawaningsih memberikan pelatihan regenerasi pembentukan gerabah keramik di UPTD Litbang Kramik Plered, Senin (8/4/2018).

Direktur Jenderal IKM Kemenperin RI Gati Wibawaningsih mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Purwakarta karena telah konsisten mengembangkan dan terus mendorong industri kerajinan gerabah berbahan dasar tanah liat.

Industri Keramik atau gerabah merupakan salah satu industri yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia. Pemerintah menjadikan industri keramik sebagai salah satu sektor yang didorong pengembangannya, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor. 

Menurutnya, alasan industri keramik atau gerabah lainnya menjadi salah satu sektor unggulan karena ditopang oleh ketersediaan bahan baku berupa sumber daya alam yang tersebar di wilayah Indonesia seperti tanah liat (clay), feldspar, pasir silika, dolomite, limestone, batu granit, dan sumber daya alam lainnya. 

Berdasarkan data sentra tahun 2012, jumlah unit usaha industri keramik atau gerabah juga tergolong cukup banyak, sekira 5.200 unit dengan jumlah tenaga kerja mencapai 21.470 orang yang tersebar di beberapa sentra di tanah air dan salah satunnya di Purwakarta.

“Industri kerajinan keramik hias atau gerabah di Indonesia merupakan industri yang lekat dengan budaya Indonesia dan memiliki tempat di hati masyarakat Indonesia," ujar dia.

Selain itu, Gati sangat bersyukur kegiatan usaha industri kerajinan keramik/gerabah di Indonesia terus berkembang. Tercatat pada 2018 nilai ekspor keramik hias mencapai US$25 Juta.

Hal tersebut menandakan industri keramik atau gerabah Indonesia memiliki potensi meraih pasar yang lebih besar di dunia internasional. Tidak hanya itu, perajin keramik di Purwakarta juga terus menunjukkan prestasi. Bahkan, hingga akhir 2018, tercatat sebanyak 101 kontainer produk asal Puwakarta telah diekspor ke berbagai negara di wilayah Amerika berdasarkan data UPTD Litbang Keramik Purwakarta. 

"Itu merupakan prestasi luar biasa yang harus dipertahankan bahkan lebih ditingkatkan," ucap dia.

Oleh karena itu, lanjut dia, pemerintah terus mendukung perkembangan industri keramik atau gerabah di Indonesia, yakni dengan mengupayakan adanya ketersediaan gas industri dengan harga yang kompetitif, mendorong tumbuhnya inovasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan terus melakukan pembinaan industri keramik atau gerabah dalam negeri.

Gati mengatakan, produk yang berkualitas dengan ditunjang desain yang baik dan indah, pada umumnya diminati konsumen dan memiliki peluang besar dalam penetrasi pasar yang lebih luas. Hal tersebut, tentunya, perlu didukung dengan adanya SDM yang kompeten di bidangnya. 

Oleh karena itu, dengan adanya pelatihan ini diharapkan memberikan motivasi baru bagi pengusaha industri kecil dan menengah keramik atau gerabah di Purwakarta untuk lebih mengembangkan usahanya dengan peningkatan kualitas produk yang baik dan juga desain produk baru yang berkualitas.

"Pelatihan ini terlaksana dengan adanya bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Schoot Igar Glass Cikarang sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat maupun lingkungan," ujar dia.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar