Bidan Desa Diminta Proaktif Tangani Ibu Hamil dan Setelah Melahirkan

  Selasa, 02 April 2019   Dede Nurhasanudin
Kegiatan Sumpah Janji Bidan se-Kabupaten Purwakarta di Bale Sawala Yudhistira, Selasa (2/4/2019). (Dede Nurhasanudin/Ayopurwakarta.com)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM—Pemkab Purwakarta melalui Dinas Kesehatan setempat meminta bidan desa proaktif dalam memantau ibu hamil dan setelah melahirkan.

Imbauan tersebut mengingat adanya kasus penguburan bayi hidup-hidup di Kecamatan Kiarapedes, Purwakarta, beberapa waktu lalu. W (35), pelaku penguburan, diduga mengalami baby blues syndrom atau psikis kejiwaan yang kerap dialami ibu hamil dan ibu yang telah melahirkan.

"Proaktif dan cepat tanggap, bahkan selalu berkoordinasi dengan aparat desa setempat," ujar PLT Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta Dadan di sela kegiatan Sumpah Janji Bidan se-Kabupaten Purwakarta, di Bale Sawala Yudhistira, Selasa (2/4/2019).

Menurutnya, saat melakukan posyandu keliling, para bidan harus memberikan pemahaman pendampingan, baik untuk keluarga maupun ibu yang sedang hamil.

"Manfaatkan juga momen kegiatan posyandu, kan suka digelar di RT RW. Di situ bidan juga berikan penyuluhan akan bahayanya baby blues syndrome, baik untuk ibu yang hamil, pasca-melahirkan, termasuk keluarganya," kata Dadan.

Dadan pun meminta peran keluarga dan masyarakat terhadap ibu hamil atau setelah melahirkan lebih ditingkatkan.

Menurutnya, timbulnya baby blues syndrom bisa diminimalisasi apabila dilakukan pendampingan yang tepat dari lingkungan. Dengan begitu, kejadian yang menimpa W tidak terjadi lagi di Purwakarta.

"Untuk itu, tadi juga kita undang pakar bagaimana meminimalisir baby blues syndrom, yang terpenting keluarga, masyarakat, serta aparat desa termasuk bidan harus proaktif," ujar dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar