Pemkab Purwakarta Gelar Festival Manggis, Ini Kata Direktur PPHH Kementan RI

  Sabtu, 23 Maret 2019   Dede Nurhasanudin
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura (PPHH) Kementerian Pertanian RI, Yasid Taufik menghadiri acara festival manggis di Desa Babakan Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (23/3/2019).
WANAYASA, AYOPURWAKARTA.COM--Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura (PPHH) Kementerian Pertanian RI, Yasid Taufik menghadiri acara festival manggis di Desa Babakan Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (23/3/2019).
 
Dalam sambutannya, Yasid mengatakan bahwa buah manggis saat ini menjadi buah primadona, namun bukan primadona rasanya melainkan diperdagangakan secara internasional dan menjadi rebutan negara-negara pengimpor manggis. Jika 2014 eskpore manggis hanya 10 ribu ton namun saat ini eskpor manggis mencapai 38 ribu ton naik 400%.
 
"Ini menjadi peluang bagi kita, pasar sebetulnya masih cukup besar dan kita hanya menguasai pasar Cina walau pun kita bagi dengan Thailand, tetapi Thailan manggisnya dari kita," kata Yasid dalam sambutan festival manggis di Desa Babakan Kecamatan Wanayas, Purwakarta.
 
Ia mengatakan, ekspor nasional manggis saat ini mencapai 230 ribu ton dan hanya 15% manggis ke mancanegara terutama Cina, walaun negara lain permintaannya cukup besar. Jadi menurutnya manggis menjadi primadona di tanah air, apalagi Purwakarta menjadi salah satu sentral manggis di Jawa Barat disamping Sukabumi, Tasikmalaya, Bogor dan Subang.
 
"Purwakarta sendiri sentral manggis cukup besar mencapai 1.500 hektare dilima kecamatan dan 500 hektare ada di Kecamatan Wanayasa," ujar dia.
 
Tetapi, lanjut Yasid jika dilihat dari luasan area 1.500 hektar dan dilihat dari data ada 154 ribu tanaman manggis. jika setiap tanaman manggis menurut Dinas Pangan dan Pertanian Purwakarta menghasilkan 4 kwintal itu total dari produksi manggis Purwakarta minimal 61 ribu ton. Sementara ekspore manggis yang dilakukan tiga eksportir yg ada totalnya hanya 3 ribu ton. Artinya Purwakarta baru ekspore 5% dari manggis yang dihasilkan.
 
"Harusnya dari total manggis yang dihasilkan minimal 60% persennya di ekspore, dan ini menjadi tantangan bagi Pemkab Purwakarta termasuk direktur Hortikultura," kata dia.
 
Selain itu, Yasid menyebut jika festival manggis pertama ini harus dievaluasi karena menurutnya dalam menyelenggarakan festival harus dalam mensosialisasikan, mempromasikan sifatnya harus jangka panjang, otomatis ini perlu diseting oleh pemkab lokasi yang tepat untuk mensosialisasikan buah manggis Purwakarta khususnya Wanayasa.
 
"Tentu harus ada area manggis disana kita laksanakan setiap tahun secara rutin, karena 61 ribu ton akan keluar setiap tahunnya," ujar dia.
 
Sementara, Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengaku memang belum maksimal soal ekspore ke luar negeri. Namun pihaknya akan berupaya untuk meningkatkan ekspore tersebut.
 
"Memang kita masih jauh jika dibandingkan dengan daerah lain  dan belum maksimal, meski begitu kami bangga atas dukungan semua pihak, dan tentu festival ini untuk memberikan motivasi kepada para petani khususnya petani manggis untuk meningkatan produksi manggis," ujar Anne.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->