Polres Purwakarta: ASN, TNI, dan Polri Rawan Terkena Narkoba

  Rabu, 13 Maret 2019   Dede Nurhasanudin
Kapolres Purwakarta, AKBP Matrius saat menjelaskan bahaya narkoba kepada puluhan anggota TNI dari Resimen Armed 2/1 Kostrad yang bermarkas di Jalan Raya Sadang-Subang, di Aula markas Resimen Armed, Rabu (13/3/2019). (Dede Nurhasanudin/Ayopurwakarta.com)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM—Polres Purwakarta AKBP Matrius memberikan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba kepada puluhan anggota TNI dari Resimen Armed 2/1 Kostrad yang bermarkas di Jalan Raya Sadang-Subang. Kegiatan sosialisasi berlangsung di Aula markas Resimen Armed, Rabu (13/3/2019).

Matrius mengatakan, berdasarkan data tahun 2018 ternyata tiga intansi atau institusi pemerintahan yang rentan penyalahgunaan narkoba yaitu ASN, anggota Polri, dan TNI.

"Dari data tahun 2018 tepatnya bulan desember BNN mengeluarkan pernyataan bahwa ASN adalah yang tertinggi menyalahgunakan narkoba disusul oleh personel Polri dan ternyata personil TNI juga yang terlibat," kata Kapolres.

Penyebabnya, menurut Kapolres, selain kurang pengetahuan, ASN, Polri, dan TNI dibidik oleh bandar agar menggunakan barang haram tersebut.

Kapolres menyebut, tiga anggota Polri yang mengonsumsi narkoba sudah diproses, satu di antaranya sudah dipecat. Sementara sisanya dalam proses.

"Kalau terbukti menggunakan narkoba kita pecat," ujarnya.

Kapolres juga mengatakan, Purwakarta darurat narkoba karena tiap tahun perkembangan penggunaan narkoba mencapai 2,2% dari penduduk indonesia, kurang lebih hampir 3-5 juta orang rawan terkena penyalahgunaan narkoba.

"Kita lakukan sosialisasi bahwa narkoba memang bahaya dan sekarang darurat serta harus ditindaklanjuti salah satunya aparat jangan kena," ujar dia.

Sementara itu, di tempat yang sama, Danmen Armed 2/1 Kostrad Kolonel Arm Yuniar Dwi Hantono mengapresiasi sosialisasi ini. Menurutnya, melalui sosialisasi akan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai bahaya narkoba.

Dia mengaku sosialisasi akan dilakukan secara berkala setiap per triwulan. Tak hanya itu, dia juga menyebut kerap melakukan pemeriksaan rutin satu bulan sekali kepada anggota personel TNI.

"Kalau ada yang terlibat soal narkoba kita pecat. Untuk itu kita lakukan pencegahan sekarang dan jangan sampai ada yang terlibat. Kalau yang mengikuti sosialisasi saat ini sekitar 80 orang," ujarnya.

Selain itu, pihaknya kerap melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui kegiatan pembinaan teritorial satuan non-kowil.

"Beberapa mereka yang ada di sekitar satuan memberikan pemahaman minimal mengajak untuk tidak terlibat," kata dia.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar