Bawaslu Purwakarta Hentikan Kampanye PSI

  Rabu, 06 Februari 2019   Dede Nurhasanudin
Komisioner Bawaslu Purwakarta, Oyang Este Binos. (Dede Nurhasanudin/Ayopurwakarta.com)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM--Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Kabupaten Purwakarta berhentikan kegiatan kampanye Partai Solidaritas Indonesia atau PSI, di Desa Pasanggrahan Kecamatan Bojong, Purwakarta, Rabu (6/2/2019). Hal ini diduga akibat tidak ada surat tanda terima pemberitahuan atau STTP dari pihak Kepolisian.

Komisioner Bawaslu Purwakarta, Oyang Este Binos mengatakan bahwa kampanye diberhentikan pengawas desa tempat dimana kampanye berlangsung, setelah sebelumnya dilakukan penelusuran.

"Iya diberhentikan karena yang bersangkutan terbukti tidak memiliki surat STTP," ujar pria yang akrab disapa Binos itu.

AYO BACA : Bawaslu Purwakarta Buka Lowongan untuk Panwas TPS, Ini Persyaratannya

Dia menjelaskan, awalnya yang bersangkutan akan melakukan kampanye di tujuh desa di Kecamatan Bojong. Di desa ketiga dihentikan karena setelah diminta menunjukan STTP tidak kunjung diberikan.

"Penghentian dilakukan Panwascam Bojong setelah berkoordinasi dengan Kepolisian setempat," ujar Binos.

Selain itu, Binos mengatakan kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran bagi peserta pemilu agar tertib administrasi. Sebab menurutnya hal itu penting sebagaimana PKPU 23/2018 tentang kampanye, pasal 28 dan 29 pelaksana kampanye wajib menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada Kepolisian yang memuat tentang hari, tempat pelaksanaan maupun jumlah peserta kampanye.

AYO BACA : Bawaslu Purwakarta Maksimalkan Pengawasan dengan Bersepeda

"Jika hal itu tidak ditempuh, maka Bawaslu dengan pihak Kepolisian berwenang menghentikan kegiatan kampanye tersebut," kata mantan Ketua Panwaslu itu.

Terpisah, Ketua DPD PSI Kabupaten Purwakarta, Agus Sanusi mengaku mengapresiasi secara positif kinerja pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu Purwakarta.

Dia juga mengaku kagek atas teguran ini, sebab menurutnya sepanjang perjalanan masa kampanye baru kali ini ada teguran secara langsung.

"Kami mengucapkan terimakasih sudah diingatkan,  namun kami berharap aturan tersebut ditegakkan secara konsisten dan tidak tebang pilih. Jika memang aturannya begitu harus ditegakkan dimana pun dan terhadap caleg dari partai manapun, dan aturan-aturan itu harus terus disosialisasikan," ujar dia.

AYO BACA : Bawaslu Razia APK di Angkot

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar