Diduga DBD, Anak 7 Tahun asal Purwakarta Meninggal

  Kamis, 31 Januari 2019   Dede Nurhasanudin
Ilustrasi. (Pixabay)

PURWAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM--Seorang anak, FRH (7), asal Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis, Purwakarta, dikabarkan meninggal dunia akibat terjangkit demam berdarah dengue atau DBD. FRH mengembuskan napas terakhir saat dirawat di RSUD Bayu Asih.

Hal itu dibenarkan Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Dinas Kesehatan Purwakarta, Muhammad Zubaedi. Ia mengatakan, FRH meninggal dunia pada Kamis (24/1/2019).

"Iya ada. Dia meninggal dunia pada malam Jumat lalu. Faza dirawat di RSUD Bayu Asih selama dua hari. Hari keduanya yaitu hari Jumat dia meninggal dunia," ujar Zubaedi, Kamis (31/1/2019).

Berdasarkan data pihaknya, terdapat 70 pasien DBD di Kabupaten Purwakarta di awal 2019 ini. Namun, data tersebut masih berupa dugaan. Sebab, menurutnya, untuk memastikan pasien benar-benar positif terjangkit penyakit yang diakibatkan nyamuk aedes aegypti tersebut harus melalui pemeriksaan medis lebih lanjut.

Meski begitu, pihaknya akan terus berupaya melakukan penyuluhan kepada masyarakat. Zubaedi pun mengimbau untuk menggiatkan pemberantasan sarang nyamuk atau PSN. 

"Mulai kembali rutin melakukan 4M, menutup, menguras,mengubur, dan memantau," ucapnya.

Selain itu, warga pun diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS. Termasuk melakukan gerakan satu rumah satu Jumantik atau G1R1J.

Pihaknya pun akan melakukan pengasapan atau fogging di sejumlah daerah, khususnya di daerah yang warganya banyak DBB, termasuk di Kecamatan Maniis, sebab telah ada warga yang terindikasi DBD hingga menyebabkan meninggal dunia.

"Rencana itu akan dilaksanakan pada pekan depan, dan tidak hanya tindakan dari pihak kami, namun yang paling efektif melakukan pencegahan DBD itu adalah dari masyarakat itu sendiri, setidaknya dari wilayah paling kecil yaitu rumah," ujar Zubaedi.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar