Kaleidoskop 2017: Pawai Paling Wow Selama 2017 di Purwakarta

  Rabu, 27 Desember 2017   Arditya Pramono
Ilustrasi Fatin
PURWAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM--Sejumlah pawai  digelar dengan meriah di Kabupaten Purwakarta sepanjang tahun ini. 
 
Bahkan, sejumlah pawai  mendapatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). 
 
Berikut ayopurwakarta.com sajikan kaleidoskop delapan pawai paling wow sepanjang tahun ini:
 
1. Pawai Beduk dan Petromak 
 
Masyarakat Purwakarta melakukan pawai beduk dan petromak dalam rangka menyambut Ramadan 1438 Hijriah pada Kamis 25 Mei 2017.
 
2. Pawai dan Festival Beduk Malam Takbiran
 
Festival dulag atau beduk digelar saat malam takbiran Lebaran 1438 Hijriah pada Sabtu 24 Juni 2017. Dalam festival tersebut, sekitar 999 beduk ditabuh dan dilombakan di sepanjang Jalan KK Singawinata Kabupaten Purwakarta. 
 
3. Pawai Toleransi Beragama
 
Pawai ini merupakan salah satu rangkaian acara dalam memperingati HUT Kabupaten Purwakarta ke-49. 
 
Kegiatan tersebut ingin menampilkan spirit dari sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Sejumlah pemuka lintas agama beserta pengikutnya dihadirkan untuk mengikuti pawai toleransi beragama tersebut. 
 
4. Pawai Kemanusiaan, "Ngarak Beras Perelek" 
 
Pawai bertemakan sila kedua Pancasila yaitu pawai kemanusian digelar di Kabupaten Purwakarta pada Jumat 4 Agustus 2017. Peserta pawai pria mengenakan pakaian pangsi hitam sementara wanita mengenakan kebaya hibo.
 
Pawai ini memulai start dari Patung Enggrang Jalan Sudirman hingga ke depan Kantor Pemda Purwakarta. Dalam pawai ini, ribuan peserta membawa beras perelek dalam ruas bambu berukuran tinggi 30 sentimeter. Beras yang dibawa mereka kemudian dimasukan ke kantong beras untuk selanjutnya dikumpulkan dan dibagikan kepada yang membutuhkan. 
 
Menariknya, pawai kemanusiaan dalam rangka perayaan HUT Kabupaten Purwakarta ke-49  dan Purwakarta ke-186 bertajuk “Ngarak Beras Perelek” berhasil mengukir sejarah. MURI mencatat sebanyak 53.918 orang secara bersama-sama membawa beras yang dimasukan ke dalam ruas bambu setinggi 30 sentimeter. 
 
 
5. Pawai "Pentas Sauyunan" 
 
Pawai bertemakan sila ketiga, Persatuan Indonesia, digelar di Kabupaten Purwakarta pada Jumat 11 Agustus 2017. Pawai ini diberi judul "Pentas Sauyunan." 
 
Dalam pawai ini, ditampilkan sejumlah kesenian khas Sunda yaitu tari kolosal jaipongan, ibing penca, dan gotong singa. 
 
6. Pawai Egrang "Semarak Panji Demokrasi" 
 
Pawai egrang dengan tema "Semarak Panji Demokrasi" digelar di Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta pada Jumat 18 Agustus 2017. Pawai tersebut merupakan bagian dari rangakaian pawai yang digelar sebelumnya dalam rangka merayakan HUT Kabupaten Purwakarta ke-49. 
 
Dalam pawai tersebut, ribuan peserta yang kebanyakan didominasi  anak-anak SD dan SMP se-Purwakarta, jumlahnya mencapai 5.000-an pelajar menaiki egrang. Mereka berjalan dari lapangan Desa Babakan hingga Alun-Alun Wanayasa sejauh 2 kilometer. 
 
7. Pawai "Gebyar Pesta Sosial Budaya Nusantara" 
 
Pawai bertajuk “Gebyar Pesta Sosial Budaya Nusantara” digelar di Kabupaten Purwakarta pada Jumat 25 Agustus 2017. Titik start pawai ini berlangsung di Taman Pembaharuan, Jalan Veteran dan finish di area Alun-Alun Kabupaten Purwakarta. 
 
Pawai sosial budaya nusantara menjadi puncak dari empat pawai sebelumnya yang telah digelar dalam menyemarakkan Hari Ulang Tahun Kabupaten Purwakarta ke-49. 
 
Sama seperti keempat pawai sebelumnya yang mengusung tema Pancasila, pawai tersebut mengusung sila kelima Pancasila: "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia."  
 
8. Pawai 1 Muharram 
 
Masyarakat Purwakarta menggelar Pawai Muharram 1439 Hijriah pada Rabu 20 September 2017. Pawai dilakukan untuk memperingati pergantian Tahun Baru Islam.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar