Harga Naik dan Kurangi Omzet, Penjual Beras Waswas

  Senin, 18 Desember 2017   Arditya Pramono

PURWAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Purwakarta mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut membuat para pedagang menjadi was-was-was. 

Salah satunya adalah Cecep (43) seorang pedagang beras di Pasar Tradisional Citeko, Kecamatan Plered, Kab. Purwakarta. Ia mengaku was-was karena kenaikan tersebut membuat omzet penjualan turun. 

"Sejak awal Desember sudah naik. Naiknya emang belum seberapa antara Rp500 hingga Rp1.000 per kilogramnya. Tapi, kondisi ini sudah berimbas pada penurunan omzet penjualan," kata Cecep pada Senin (18/12/2017).

Cecep menjelaskan jika sebelumnya rata-rata pelanggan di kiosnya membeli beras sebanyak 20 kilogram kini berkurang hanya 10 kilogram saja.

"Bayangin saja yang biasa rata-rata beli 20 kilo kini paling hanya 10 kilogram," keluhnya. 

Selain berimbas pada penurunan omzet, dirinya juga mengaku kerap dikomplain oleh para pelanggannya. "Banyak juga pelanggan yang komplain," sebutnya.  

Di sisi lain, kenaikan harga beras memang sudah diprediksi oleh Cecep. Pasalnya, dari tahun ke tahun menjelang tahun baru kenaikan harga beras memang sering terjadi. 

"Menurut pengalaman saya, kenaikan harga beras di akhir tahun ini biasanya hingga Januari 2018 mendatang.Tahun lalu saja, kenaikan harga beras mencapai Rp 2.000 per kilogramnya," jelasnya. 

Seorang Pembeli Beras Di Pasar Tradisional Citeko, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta pada Senin (18/12/2017) 
 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar